Salam Oneng

Hingga kutemukan sakit atas tawa. Dan terasa bahagia dalam luka. Aku... tak akan mati dan berhenti disini. Walau dalam persimpangan, aku akan terus berjalan meniti setiap karang terjal. Dan taklukkan aral berduri. Atas jalan mimpi yang tak terbatas. Aku berjanji... tuk berdiri dan gapai langit mimpi tertinggi. -Detektif Oneng-

Senin, 31 Desember 2012

Oneng Iseng

Aku percaya bahwa pertemuan kami itu bukan hanya suatu kebetulan saja.
Bukankah Tuhan tak pernah bermain dadu,
terlebih untuk kepada siapa kita dipertemukan.
Tuhan punya kabar gembira di setiap rencanaNya.
Kau harus yakini hal itu, kawan.

~ ~ ~

Tuhan, aku memohon maaf dariMu.
Jika masih dan masih, lagi dan lagi
aku belum bisa berhenti memikirkannya. 

 ~ ~ ~

Kenapa waktu kita tidak pernah tepat??
Terkadang kumengutuknya.

~ ~ ~

Aku menari.
Aku bernyanyi.
Dengan nada yang tak kutahu pasti.
Ah, terserahlah.
Yang pasti,
Aku mencintaimu.

~ ~ ~

Dalam dekapan senyap malam.
Bersama hembus dinginnya angin.
Bulan yang melongo.
Bintang berkedip.
Aku masih di sini,
dan kau tak ada.

~ ~ ~

Tak bersamamu, tak dicintai olehmu
adalah hal baru yang menyakitkan.
Perlahan menyusup, menikam, dan terhujam
dalam tanah hatiku.

~ ~ ~

Aku pelupa. Makanya aku suka menulis.
Karena nanti aku bisa mengingat hal-hal indah yang pernah kulakukan.
Terlebih ketika bersamamu.

~ ~ ~

Hal yang paling menyayat
adalah ketika aku merasakan kebahagiaan
dan kau tidak bersamaku di sini.

~ ~ ~

Ingin rasanya lagi kumerasakan pecahnya rindu ini oleh tawamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar