Salam Oneng

Hingga kutemukan sakit atas tawa. Dan terasa bahagia dalam luka. Aku... tak akan mati dan berhenti disini. Walau dalam persimpangan, aku akan terus berjalan meniti setiap karang terjal. Dan taklukkan aral berduri. Atas jalan mimpi yang tak terbatas. Aku berjanji... tuk berdiri dan gapai langit mimpi tertinggi. -Detektif Oneng-

Kamis, 03 Januari 2013

Oneng Iseng

Hari ini, aku kembali mengingat segala tentangmu. Ternyata kau itu adalah tinta yang sulit kuhapus. Dan tinta itu berwarna. Aku tahu, kau pasti marah jika kulakukan hal ini lagi. Aku tahu, kamu tahu, dan hati kita tahu. Kamu pernah berkata, bahwa kamu percaya aku bisa. Awalnya aku tak yakin. Tapi ternyata aku bisa. Aku bisa membawa semua kenangan itu dalam sebuah tempat yang tepat. Aku tempatkan pada sebuah kanvas bernama penantian, dengan figura kesabaran, dan ruangan doa yang selalu kupanjatkan dalam setiap sujud kala kubertemu denganNya. Maaf, jika aku lancang selalu menyebut namamu di dalam ruang bernama doa itu. Aku tahu, kau pasti marah jika aku melakukan hal itu. Tapi aku juga tahu, senyummu terulas dalam marahmu. Marahmu tak berarti sebuah amarah. Tapi keteguhan atas sebuah kata bernama cinta. Demi sebuah cinta yang halal suatu hari nanti, bersamamu. Kita berdua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar