Hidup ini tak lepas atas setiap detik indah sang waktu. Berjalan dan terus berjalan. Walau tak tahu kemana aral langkah kan ku ukir. Walau mata masih terus mencari atas jalan yang akan ku lalui untuk detik selanjutnya. Hingga ku sampai pada persimpangan itu, akan ku tegaskan kaki ini untuk terus berjalan. Walau harus tertatih atas kaki yang lelah, tersekat atas nafas yang hampir habis, dan tersesat atas jalan yang ku pilih. Semuanya tak menjadi alasan untuk ku hentikan "Diorama Kehidupan" ini. Sebuah diorama yang harus ku pertanggungjawabkan kelak di hadapan sang pemilik jiwaku dan jiwamu. Sebuah diorama yang menjadi gambaran kualitas hidup seorang insan di dunia ini.
Detik ini dan detik berikutnya tak lepas atas sebuah keputusan yang harus diambil dari berbagai pilihan yang cukup sulit. Sebuah keputusan yang akan berdampak pada keputusan berikutnya dan berikutnya, begitu seterusnya. Detikku dan detikmu tak sama, kawan. Keputusanku dan keputusanmu pun tak sama. Karena otakku dan otakmu berada pada tempat yang tak sama pula. Semua keputusan akan membangun pribadi atas diriku dan dirimu yang pastinya tak sama. Setiap keputusan akan menentukan akan kau bawa ke mana Diorama Kehidupan mu itu, kawan. Jaga dioramamu, hingga sang pemilik jiwaku dan jiwamu meminta jiwaku dan jiwamu pulang kepadaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar